Rabu, 16 Maret 2016

keindahan Alam di pulau Adonara

keindahan Alam di pulau Adonara

Pulau Adonara adalah pulau kecil yang terdapat di ujung timur Indonesia,tepatnya di provinsi NTT(Nusa Tenggara Timur) kabupaten Flores Timur. Ke pulau Adonara ditempuh dengan menggunakan kapal laut dari kota larantuka kira-kira 45 menit untuk bisa sampai ke pelabuhan waiwerang yang ada di pulau Adonara. Pulau Adonara juga merupakan salah satu pulau yang mempunyai wisata alam terindah di Indonesia, tetapi sejauh ini belum banyak yang mengetahui betapa indahnya pemandangan yang ada di pulau Adonara yang tidak kalah indahnya dengan pemandangan di pulau-pulau lain di indonesia. Masih banyak gambar keindahan alam lain di pulau Adonara yang belum sempat di ambil. Yang dibawah merupakan beberapa gambar pemandangan wisata alam di pulau Adonara. Gambar gunung Ile Ape diatas diambil dipagi hari pada saat matahari terbit di salah satu desa, nama desa tersebut adalah Desa Sandosi yang terletak di pulau Adonara tepatnya di kecamatan Witihama di pulau Adonara bagian timur. Jarak desa Sandosi dari pelabuhan Waiwerang kira-kira 45menit perjalanan. Desa Sagu Selat Solor Peket Manuk Gambar diatas diambil dari puncak desa sandosi yang membutukan 30 menit perjalan untuk mencapai puncak yang ada di desa Sandosi. Tidak ada transportasi yang memadai di desa tersebut sehingga untuk mencapai puncak tertinggi desa Sandosi di tempuh dengan berjalan kaki. Yang mengunjungi tempat ini juga masih sangat minim. Gambar yang pertama merupakan pemadangan salah satu desa di Pulau Adonara yaitu desa Sagu yang terletak di pimggir pantai. Gambar kedua adalah selat solor. Dan gambar ketiga adalah beberapa pulau-pulau kecil di sekitar pulau adonara. Pada gambar ke tiga pulau kecil itu namanya Peket Manuk. Gunung Boleng Gambar diatas merupakan keindahan alam yaitu Gunung Boleng yang terletak di tengah pulau Adonara. Gambar diatas juga diambil dari desa Sandosi. Pantai Watotena Saya lagi menikmati Pantai Watotena Pantai Watotena merupakan salah satu keindahan pantai yang terdapat di Pulau adonara tepatnya di kecamatan Ile Boleng. Pantai ini dibuka setiap hari minggu dan hari-hari libur yang lain. Biaya buat masuk ke wilayah pantai pun sangat murah,untuk kendaraan roda dua cuma membayar Rp 2500,00 sedangkan untuk kendaraan roda 4 tergantung dari kapasitas penumpangnya, harganya mulai dari Rp 5000,00 sampai  Rp 10000,00 . Keamana untuk kendaraan yang parkir di pantai tersebut pun terjamin. Kebersihan pantai Watotena juga sangat terjaga sehingga pengunjung yang menikmati keindahan pantainya pun sangat nyaman. Banyak pengunjung menghabiskan waktu liburnya dengan menikmati keindahan pantai Watotena, pengunjung dari luar juga sudah ada yang mengetahui atau menikmati keindahan pantai Watotena tetapi masih banyak orang yang belum mengetahui kalau di pulau Adonara juga tidak kalah menariknya dengan pulau-pulau yang lain di Indonesia. 

Bertualang ke Pulau Rinca, Tempatnya Naga Purba

Dermaga Pulau Rinca


Kendati nama Pulau Komodo lebih dikenal, tapi wisatawan tak sedikit yang berkunjung ke Pulau Rinca. Alasannya selain jarak tempuh dari Labuan Bajo lebih dekat, populasi Naga Purba alias komodo di pulau ini juga lebih banyak. Yuk, bertualang ke Pulau Rinca!

Terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, komodo hidup di 4 tempat yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, Gili Motang, dan Nusa Kode.

Dibutuhkan sekitar 2 jam perjalanan dengan kapal motor untuk tiba di pintu masuk Pulau Rinca, Loh Buaya atau Teluk Buaya dari Labuhan Bajo.

Pulau seluas 19 ribu hektar memiliki populasi komodo mencapai 2.318 ekor, atau lebih banyak jika dibanding Pulau Komodo yang hanya 2.126 ekor. Meski sudah sampai di Pulau Rinca, ada juga wisatawan yang belum merasa puas jika belum menginjakkan kaki di Pulau Komodo.

Pulau Rinca memiliki hamparan alam yang menakjubkan. Terdapat patung komodo setinggi tiga meter tidak jauh dari pintu dermaga. Pemandangan di Pulau Rinca seperti di gurun savana, walaupun tandus dan gersang tapi indah.

Namun, pemandangan gersang itu tidak lama, berikutnya sudah banyak pepohonan bakau menghiasi habitat sang naga purba ini. Begitu memasuki gerbang "Selamat Datang", hanya beberapa meter dari pintu masuk, para komodo sudah menyambut.

Mereka berada di bawah rumah dan dapur para ranger. Berkeliarannya komodo di area ini karena bau makanan yang memancing mereka berkumpul. Penciuman hewan pemangsa ini sangat tajam.

Komodo mampu mencium bau hingga jarak 5 km. Bagi perempuan yang sedang haid harap memberitahu ranger, karena sangat berbahaya dan sebaiknya berada tetap di dalam rombongan.

Ada beberapa trek atau rute yang bisa dipilih wisatawan, dari trek pendek, sedang hingga terpanjang. MAsing-masing trek ini berjarak antara 2-8 km, dan memakan waktu sekitar 1–3 jam.

Di tengah trek, ranger akan menunjukkan sarang komodo. Sarang komodo berbentuk lubang dengan kedalaman sekitar 2 meter. Di tempat inilah sang kadal raksasa bertelur.

Bagi yang suka petualangan menantang, disarankan memilih trek terpanjang. Kemungkinan Anda akan menjumpai komodo dengan berbagai ukuran, juga lebih besar tentunya.

Usai melihat komodo, ada baiknya tidak melewatkan satu jengkal pun pemandangan dan menikmati pesona di pulau ini. Naik ke perbukitan dapat menambah energi tersendiri.

Kumpulan bebatuan dan ilalang semakin menambah keelokannya. Apalagi jika cuaca bagus dan mendukung tak akan cukup rasanya mengeksplorasi keindahan di pulau ini.

Kawasan Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo berada di antara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores di kepulauan Indonesia Timur. Secara administrativ termasuk  dalam Wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur.


Kawasan ini ditetapkan sebagai Taman Nasional Komodo pada tanggal 6 Maret 1980 dan dinyatakan sebagai Cagar Manusia dan Biosfer pada tahun 1977 sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991, sebagai Simbol Nasional oleh Presiden RI pada tahun 1992, sebagai Kawasan Perlindungan Laut di tahun 2000 dan juga sebagai salah satu Taman Nasional Model di Indonesia pada tahun 2006.

Taman Nasional Komodo memiliki luas 173.300 ha meliputi wilayah daratan dan lautan dengan lima pulau utama yakni Pulau Komodo, Padar, Rinca, Gili Motang, Nusa Kode dan juga pulau-pulau kecil lainnya. Kepulauan tersebut dinyatakan sebagai taman nasional untuk melindungi komodo yang terancam punah dan habitatnya serta keanekaragaman hayati didalam wilayah tersebut. Taman lautnya dibentuk untuk melindungi biota laut yang sangat beragam yang terdapat disekitar kepulauan tersebut, termasuk yang terkaya di bumi.

Taman Nasional komodo terletak di kawasan  Wallacea Indonesia. Kawasan Wallacea terbentuk dari pertemuan dua benua yang membentuk deretan unik kepulauan bergunung api, dan terdiri atas campuran burung serta hewan dari kedua benua Autralia dan Asia. Terdapat 254 spesies tumbuhan yang berasal dari Asia dan Australia di Taman Nasional Komodo. Selain itu, juga terdapat 58 jenis binatang dan 128 jenis burung. Perpaduan berbagai vegetasi di Taman Nasional Komodo memberikan lingkungan yang baik bagi berbagai jenis binatang dalam kawasan ini.  
 
Terdapat empat kampung di dalam Taman Nasional Komodo. Pulau Komodo memiliki satu kampung yakni kampung Komodo; Pulau Rinca memiliki dua kampung yakni Rinca dan Kerora,  dan Pulau Papagarang  memiliki satu kampung yakni kampung Papagaran. Hingga tahun  2010, masyarakat yang tinggal di dalam kawasan berjumlah 4.251 orang dan sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai nelayan. Mayoritas masyarakat memeluk agama islam. 

Menjadi Pejalan yang Bertanggung Jawab di Pulau Sempu

Kecantikan Segara Anakan yang susah dijamah

Nama Pulau Sempu beberapa waktu terakhir ini memang lagi “naik daun”. Ada banyak traveleryang datang ke sana untuk bisa melihat pesona Pulau Sempu yang banyak dibicarakan tersebut. Memang sih keindahan Pulau Sempu luar biasa, namun bagi kamu yang tidak terbiasa trekking ada baiknya memikirkan ulang untuk datang ke sana. Kecuali kamu memang sudah mempersiapkan fisik alias makan yang banyak dan berlatih jalan jauh sebelum memutuskan ke Pulau Sempu.
Terus memang biasanya ngapain kalau ke sana? Banyak traveler yang datang ke sana untukcamping di pantai yang bernama Segara Anakan. Segara Anakan adalah pantai tersembunyi yang terletak di tengah pulau yang dikelilingi dengan tebing gitu. Kalau dilihat sekilas sih mirip dengan Pantai Phuket, ya gak?
Satu yang perlu kamu ingat jika berkunjung ke sini. Pulau Sempu pada hakikatnya adalah Cagar Alam yang wajib dijaga kelestariannya . Jika toh akhirnya kamu melancong ke Sempu, tolong tetap jaga kebersihan dan kelestarian tempat ini ya. Be a responsible traveler!

Selasa, 15 Maret 2016

Coban Rais

coban rais

Kembali ke kota Batu. Selain Coban Talun, ada satu lagi destinasi air terjun yang juga sayang sekali jika dilewatkan. Namanya adalah Coban Rais. Air terjun ini berada di dusun Dresel, desa Oro oro Ombo, kecamatan Batu. Air terjun ini memiliki tinggi 20 meter dan terletak di ketinggian sekitar 1.025 mdpl di lereng Gunung Panderman
Lokasi air terjun ini berada di tempat yang cukup tersembunyi. Untuk sampai ke lokasi air terjun kita harus menyebrangi beberapa sungai kecil. Itulah sebabnya air terjun ini dulu juga dikenal dengan nama Coban Sabrangan

Air Terjun Sumber Pitu

air terjun sumber pitu pujon

Sebelum membiacarakan Air Terjun/Coban Sumber Pitu lebih lanjut, perlu diketahui bahwa di Malang ada dua air terjun yang memiliki nama yang sama. Yang satu berada di kecamatan Pujon sedangkan yang satunya berada di kecamatan Tumpang. Jarak keduanya cukup jauh. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam seandainya kita salah tujuan. Yang akan kita bahas di sini adalah Sumber Pitu yang ada di Pujon
Lokasi air terjun ini berada di desa Pujon Kidul, kecamatan Pujon. Lokasi air terjun sendiri hanya dapat diakses dengan cara trekking selama sekitar satu jam. Air Terjun Sumber Pitu ini terlihat sangat indah dengan bentuknya yang seperti tirai raksasa. Di tebing dimana air terjun ini berada ditumbuhi oleh tumbuhan hijau yang entah apa namanya. Air mengalir dari sela-sela tanaman tersebut. Belakangan, air terjun ini semakin populer karna pemandangan indah yang dimilikinya

Coban Trisula

coban-trisula

Coban Trisula adalah air terjun yang berada di lingkugan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Air terjun ini memiliki suasana dan pemandangan yang tidak kalah indah. Ada tiga buah air terjun yang ada sekitar Coban Trisula
Air terjun pertama memiliki tinggi sekitar 35 meter. Air terjun yang kedua tidak terlalu tingi yakni sekitar 2,5 meter saja. Air yang jatuh dari air terjun kedua ini kemudian mengalir ke sebuah sungai dan jatuh dari ketinggian sekitar 15 meter untuk membentuk air terjun ketiga. Coban Trisula terletak pada ketinggian sekitar 1.400 mdpl